Siap Rampung, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Beri Perhatian Persoalan Jalan Penghubung Jembatan Pulau Balang

Redaksi:02

Reporter: Samuel

Lensaborneo.id– Jembatan Pulau Balang yang kelak menggabungkan dua daerah yakni Kabupaten Panajam Pasir Utara (PPU) dan Kota Balikpapan dikabarkan sudah rampung beberapa waktu yang lalu. Namun, jembatn masih belum beroperasi akibat beberapa kendala  yakni jalan penghubung jalur menuju jembatan yang belum terselesaikan.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyayangkan belum terselesaikannya jalan penghubung jembatan yang disebut merupakan terpanjang kedua di Indonesia tersebut.

Hasan panggilan akrabnya, berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat segera memperhatikan pembangunan jalan penghubung tersebut. Meskipun jembatan yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara itu telah tersambung.

“Alhamdulillah sudah tersambung. Tapi semoga jalan sedikit hambatan terkait jalan penghubung bisa jadi perhatian Gubernur Kaltim dan Ketua DPRD Kaltim,” ujar Hasan kepada awak media Kamis (5/11/2020).

Politus muda partai Golongan Karya (Golkar) tersebut sedikit menyentil mengenai mengenai anggaran, pembangunan jalan pendekat di sisi Kariangau Balikpapan ke jembatan Pulau Balang masih memerlukan dana dalam jumlah besar.

“Dana dalam jumlah besar diperlukan untuk pembebasan tanah dan pembangunan jalan pendekat itu sendiri,” katanya.

Sehingga, mengingat bahwa dana yang diperlukan masih puluhan miliar (bahkan lebih). Hasan menyebut bahwa DPRD Kaltim Bersama dengan Gubernur Kaltim, seharusnya bisa membuka komunikasi dengan Pemerintah Pusat terkait pembebasan tanah dan pembangunan jalan didekat jembatan tersebut.

“Bisa saja Pemprov Kaltim hanya menyediakan dana untuk pembebasan lahan, sedangkan konstruksi jalannya kembali didanai APBN,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *