Samsun Desak Penyelesaian Ganti Rugi Tanam Tumbuh di Proyek Tol Balsam

Redaksi: 02

Reporter: Samuel

Lensaborneo.id  Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) diketahui memang sudah lama difungsikan. Namun pembangunan infrastruktur tersebut masih menyisakan ganti rugi tanam tumbuh yang belum tuntas.

Wakil Ketua DPRD Kaltim yang juga kader DPD PDIP Kaltim, Muhammad Samsun, menuntut persoalan tersebut segera dituntaskan dalam pertemuan di Kantor DPRD Kaltim, Senin, 8 Februari 2021.

Ditemui selepas rapat, Samsun mengatakan bahwa agenda kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Yakni  analisis permasalahan pembebasan lahan yang pembayarannya belum diterima warga.

Samsun menyebutkan bahwa persoalan di Km 38 Sungai Merdeka, merupakan permasalahan yang muncul atas dampak perluasan tol. Lantaran berada di luar lokasi awal, praktis keberadaannya belum tertutupi  satgas.

“Sehingga pembebasannya pun belum dilakukan,” sambungnya.

Atas permasalahan tersebut, Samsun memastikan DPRD Kaltim segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim. Termasuk pendalaman perlu tidaknya pembentukan satgas di lokasi tersebut.

“Atau langsung dilakukan eksekusi oleh Dinas PUPR Kaltim,” lanjutnya.

Dinas PUPR Kaltim memang sebutnya menjadi pihak yang memegang peranan kunci dalam persoalan ini. Sementara Kanwil Kementerian ATR/BPN Kaltim akan sekadar membantu terkait legalitas tanah, dasar hukum, dan hal berkaitan lain.

“Siapa yang order pengadaan itu, ya, PUPR. Kita akan tanya. PUPR akan kita undang. Kita diskusi bagaimana rencana penyelesaiannya,” tegas wakil rakyat daerah pemilihan Kukar tersebut. “Kalau memang belum ada rencana penyelesaiannya, maka harus kita dorong. Karena di sana ada hak warga yang harus diselesaikan. Jangan sampai hak warga terabaikan,” pungkasnya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diinisiasi Komisi I DPRD Kaltim. Diketahui Hadir pula Kanwil Kementerian ATR/BPN Kaltim, Dinas Pertanahan Kutai Kartanegara, serta perwakilan masyarakat.

Adapun Lokasi lahan yang belum tuntas gamti ruginya tersebut diketahui berada di Kilometer 48 Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kukar. Belakangan menyusul masalah yang sama di kilometer 38 akibat persoalan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *