Resmi Jadi Penjamin, Anggota DPRD Dorong Kepolisian Bebaskan 2 Orang Mahasiswa Secepatnya

Redaksi:02

Reporter: Samuel

Lensaborneo.id— 3 Orang Anggota Dewan hari ini (Kamis, /12/11/2020) mensambangi Kantor Polresta Samarinda yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No.1, Karang Asam Ulu, Kec. Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Anggota Dewan yakni Sutomo Jabir dari PKB, Baharuddin Demmu selaku Ketua Fraksi PAN, dan Syafruddin selaku Ketua Fraksi PKB. Secara resmi menyerahkan berkas administrasi penangguhan penahanan kepada perwakilan pimpinan Polresta Samarinda.

Penyerahan berkas penangguhan penahanan secara resmi kepada Staff Administrasi Polresta Samarinda

Udin panggilan akrab Syafruddin, mengatakan bahwa ada 4 anggota pimpinan yang siap menjadi penjamin termasuk Wakil Ketua DPRD Sigit Wibowo.

“Cuman (Pak Sigit) bisa belum hadir hari ini, dan InsyaAllah menandatangani secepatnya,” jelas Udin Kamis (12/11/2020).

Udin sendiri mengaku belum bertemu Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman. Namun, sudah menyerahkan berkas tersebut kepada pimpinan Polresta yang diwakili oleh Kasatreskrim Kompol Yuliansyah dan Kabag Ops Kompol Andi Suryadi.

3 Anggota DPRD bertemu dengan Kabag Ops Kabag Ops Kompol Andi Suryadi selaku perwakilan pimpinan Polresta Samarinda

Kepada awakmedia. Udin menjelaskan bahwa kedatangan  DPRD Kaltim tidak bermaksud untuk mengintervensi proses hukum. Namun, karena rasa solidaritas dan kemanusiaan yang tinggi, ia mengatakan mahasiswa tersebut wajib untuk dibela.

“Sebagai senior juga dipergerakan, kami menjaminkan diri agar mereka bisa bebas dan menunaikan tugasnya sebagai mahasiswa dan menjadi abdi bagi negara,” jelas Udin.

Kedepannya, Ia berharap bahwa Kapolresta Samarinda bisa dengan segera bisa merespon hal tersebut dengan cepat.

Udin mengatakan bahwa jika dalam waktu kurun satu minggu masih belum ada respon, pihaknya akan mendatangi Polda Kaltim untuk mendorong pembebasan kedua Mahasiswa tersebut.

3 Anggota Dewan (dari kiri ke kanan) Baharuddin Demmu, Syafruddin, dan Sutomo Jabir

“Silaturahim, sekaligus membangun hubungan antara lembaga legislatif dan yudikatif,” jelasnya.

Terakhir, Udin mengaku bahwa ia sudah menghubungi Rektor Polnes secara pribadi dan akan menghubungi Rektor Unmul yakni Masjaya selaku lembaga akademik yang menaungi kedua orang tersebut.

Ia mengingatkan kepada pimpinan masing-masing Kampus khususnya Universitas Mulawarman (Unmul) dan Politeknik Negeri Sipil (Polnes) untuk membantu pembebasan FR dan WJ.

“Karena mereka punya tanggung jawab, dan bisa membantu proses percepatannya, Semua instrumen potensial akan kita gerakkan,” Pungkas Udin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *