Pansus LKPJ  Gubernur Kaltim Tahun 2020  Panggil 3 OPD

SAMARINDA,BORNEO.ID — Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Tahun anggaran 2020, melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan  organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Di ruang rapat kantor DPRD Kaltim, pada selasa ( 06/04/2021 ).

RDP yang di pimpin oleh wakil ketua pansus LKPJ, Rusman Ya’qub, mengatakan, bahwa OPD yang diundang sangat berkaitan dengan misi ke 5 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“ Selama ini data untuk kebutuhan pembangunan ada di masing-masing OPD, akan tetapi antara data satu dengan data yang lain bertabrakan, itu yang perlu kita ketahui, ” terang Rusman

Adapun OPD yang mengikuti RDP antara lain, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Komunikasi dan Informatika, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kaltim

Dalam RDP terungkap anggaran untuk Badan kepegawaian daerah Kaltim, sangatlah besar di bandingkan dengan OPD lainnya, sebesar 34 miliar dan RDP banyak mendalami ke BKD tentang analisis  akan kebutuhan pegawai di Kaltim.

“ Kita lebih banyak menyoal soal BKD, bagaiman dengan analisis datanya akan kebutuhan pegawai di Kaltim, karena anggarannya cukup besar dibandingkan OPD lainnya, sebesar Rp 34 miliar, Kita tertarik dengan bagaimana analisis kebutuhan kepegawaian di lingkungan pemerintah provinsi,termasuk  Diskominfo dan BPSDM, kalau Diskominfo kita mengejar soal Big datanya, karena selama ini kita mengalami kendala ketika biacara soal pendataan dan system yan lemah, ” terang Rusman.

Rusman menyayangkan Kepala BKD tidak hadir dalam RDP, sehingga pihak yang mewakili tidak bisa menjawab secara maksimal terkait hal- hal yang di pertanyakan. Soal data kebutuhan akan jumlah pegawai tersebut.

“Jadi kita agendakan kembali untuk RDP dengan akan memanggil BKD, Biro Organisasi, dan Badan Pengembangan SDM karna 3 instansi ini saling terkait dalam pengembangan kepegawaian,” ungkapnya.

Rusman mengatakan, dari keseluruhan pula, Pansus tidak bisa memberikan hasil signifikan dari RDP kali ini.

“Jadi kita tadi cuman eksplor program umumnya saja, karena masih berupa informasi-informasi. Pansus akan mendalami lagi, kami menganggap positif dengan penyerapannya yang di atas 80 persen semua, ” Jelas Rusman.( Tia )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *