Menghibur Lomba Perahu Tambangan Dan Perahu Naga Ramai Dikunjungi Warga

Samarinda, Lensaborneo.id — Beraneka lomba yang melibatkan Sungai Mahakam mewarnai Festival Mahakam ke-19 Tahun 2019. Sungai yang dikenal masyarakat sebagai Tepian Mahakam ini menjadi venue sejumlah lomba air. Diantaranya lomba renang menyeberangi Sungai Mahakam, lomba Perahu Naga, lomba ketingting, lomba tambangan dan lomba perahu speed bermesin 40 PK.

Sebagai ajang tahunan pariwisata berskala nasional, perhelatan tahunan ini sangat menghibur bagi masyarakat Samarinda dan sekitarnya.  Lomba yang diikuti warga Samarinda, dan dari beberapa wilayah di Kaltim, seperti Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan PPU ini menjadi sarana hiburan yang dinanti-nanti setiap tahunnya.

Seperti yang dikatakan oleh Narti warga Samarinda Seberang, yang datang membawa keluarganya sejak pagi. Ia sengaja memilih tempat duduk dekat dengan sungai, agar lebih leluasa menikmati hiburan  dalam gelaran Festival Mahakam.

“Saya sengaja datang pagi–pagi, karena ingin mendapatkan tempat yang nyaman, untuk menonton lomba ketinting,” ungkap Narti. Narti setiap tahun rutin menyaksikan Festival Mahakam.

Tentu bukan basa-basi bahwa festival Mahakam sebagai ajang hiburan yang sangat keren. Hal itu dapat disaksikan dalam lomba perahu Naga. Kendati pesertanya datang dari OPD-OPD di Samarinda, namun persiapan mereka benar-benar serius. Hiasan perahu dibuat dengan konsep yang matang dan dipersiapkan jauh hari. Khusus untuk penabuh drum yang menyemangati tim peserta dayung, mereka menggunakan pakaian tradisional yang dandanannya sangat tidak sederhana dan butuh waktu lama untuk memakainya. Persiapan ini dapat dilihat pada tim perahu Naga dari PDAM Kota Samarinda. Mereka meraih posisi sebagai juara dua terbaik.

“Tahun ini Festival Mahakam sudah mendapat tempat di mancanegara, beberapa tamu yang hadir dari mancanegara. Kehadiran mereka memang untuk meramaikan Festival Mahakam yang di gelar setiap tahun. Kemeriahan ini semua diberikan buat warga Samarinda,” jelas Ayu, salah satu panitia di sela–sela lomba speed 40 PK dan lomba Ketinting.

Untuk lomba Perahu Naga selain dinilai kecepatan, dewan juri juga akan menilai busana daerah yang di pergunakan oleh penabuh gendang. Seperti yang dikatakan oleh kordinator  lomba perahu Naga, Hadi. Menurut Hadi, untuk lomba perahu Naga, yang di ikuti sebanyak 11 tim dari OPD – OPD. Juara satunya akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp. 5 juta, sertifikat dan piala.

“Dalam lomba perahu naga penabuh dramnya harus mengunakan pakaian tradisional. Kita tidak mencari Atlit pada ajang lomba Perahu Naga, melainkan memberikan hiburan kepada masyarakat Kota Samarinda, “ Jelas Hadi kepada lensaborneo,id.

Festival Mahakam  selain digelar di beberapa tempat seperti di Big Mall, Minggu (3/11//2019 ) ini juga dilaksanakan parade drumband dari beberapa sekolah di Samarinda.

Penulis: Ony Resita
Editor : Nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *