M Barkati : Untuk Mencapai Kota Layak Anak pada tahun 2020, Perlu Dukungan Seluruh Stakeholder

LensaBorneo Samarinda—Guna mempertahankan Samarinda sebagai Kota layak Anak tahun 2020, perlu dukungan seluruh stakeholder sehingga tujuan bisa tercapai. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Samarinda M. Barkati saat membuka secara resmi acara peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli yang berlangsung di Gor Segiri, Rabu(4/9)Kemarin.

Peringatan Hari Anak Nasional tersebut sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 oleh Presiden Ke dua Indonesia Soeharto pada tanggal 19 Juli 1984.

Barkati mengatakan, anak merupakan cikal bakal bagi bangsa yang melahirkan generasi penerus untuk menggapai cita-cita perjuangan bangsa dan negara. Bahkan, anak merupakan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional ke depan.

“Untuk mencapai kembali Kota Layak Anak pada tahun 2020, perlu dukungan seluruh staekholder agar terus bekerja dan sehingga tujuan yang kita targetkan bisa tercapai,”ujar Barkati.

Dirinya juga menambahkan, sebelumnya Kota Samarinda sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak, dimulai sejak tahun 2017,2018 dan 2019. Beberapa program sudah banyak yang terealisasi seperti tersedianya 12 Puskesmas Ramah Anak dari 26 puskesmas yang ada di Kota Samarinda, dan nantinya akan terus di kembangkan secara bertahap

“Penghargaan yang di dapat antara lain, kategori Kota Layak Anak dengan kategori Pratama ditahun 2017, Kota Layak Anak tahun 2019. dan harapan kedepan tahun 2020 Samarinda tetap mempertahankan menjadi Kota Layak Anak,”tuturnya.

Acara dirangkai dengan pembagian Kartu Identitas Anak (KIA) yang diterbitkan langsung oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Samarinda.

Untuk diketahui, Kartu Identitas Anak (KIA) atau KTP Anak merupakan salah satu program terbaru dari pemerintah yang digagas sejak 2016 lalu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.

Penerbitan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia. Kartu Identitas Anak selanjutnya akan menjadi identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dan 17 tahun dan belum menikah.(Warna/Ony)

 

Penulis  : Ony

Editor    :  Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *