Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Pembelajaran Tatap Muka Bisa Direalisasikan Awal 2021

Redaksi: Redaksi 02

Reporter: Samuel

Samarinda,lensaborneo.id – Pandemi Covid-19 jelas menghambat beberapa hal dimana salah satunya adalah kegiatan belajar mengajar. Seluruh sekolah ditutup, siswa diimbau untuk belajar secara mandiri di rumah dengan sistem daring. Pembelajaran melalui aplikasi-aplikasi pendukung pun akhirnya mulai ramai digunakan. Kasus positif yang kian meningkat, membuat pemerintah belum bisa ambil kebijakan terkait kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara tatap muka langsung.

Berdasarkan pada hal tersebut, ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub menyampaikan bahwa pihaknya mendorong Pemprov Kaltim agar segera mencari solusi untuk diberlakukan kembali pembelajaran tatap muka langsung pada Januari 2021 mendatang. Melalui kombinasi antara pembelajaran jarak jauh dengan tatap muka.

“Caranya begini, misalkan dalam 1 kelas itu ada 30 siswa. Maka itu dibagi. Contoh, 15 orang mengikuti KBM secara luring dan selebihnya daring. Itu bisa dilakukan bergantian,” ungkap Rusman Ya’qub saat ditemui awak media pada Selasa (27/10/2020).

Rusman, mengatakan bahwa pembelajaran secara daring tidak efektif. Ia menjelaskan ada beberapa efek buruk yang dapat memengaruhi siswa melalui pembelajaran jarak jauh tersebut. Salah satunya, adalah turunnya imun sosial siswa dan menciptakan sifat yang individualistis. Hal ini menurutnya merupakan efek dari pembelajaran jaring dan semakin seringnya anak-anak memegang gawai Handphone.

Selanjutnya, politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menjelaskan bahwa hal ini berpotensi meningkatkan fenomena putus sekolah, karena sebagian siswa ada yang fokus ikut membantu orangtuanya bekerja. Termasuk tidak menutup kemungkinan adanya tindak kekerasan terhadap siswa selama di rumah.

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Pemprov Kaltim harus mencari terobosan dalam hal Pendidikan. Namun mengingat beberapa waktu lalu ada sebagian orangtua siswa yang kontra dengan adanya kebijakan kembali ke sekolah di tengah pandemi, Rusman menegaskan bahwa sekolah, orangtua siswa, dan guru juga  arus saling bersinergi.

“Supaya saling menjaga, sekarang ini harus ada kolaborasi antara satuan pendidikan, orangtua siswa, dan guru. Sebab kalau kita bertahan dengan konsep jarak jauh, risiko jangka panjangnya banyak. Kita akan kehilangan momen membangun karakter anak didik,” pungkas Rusman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *