Dua Orang Mahasiswa Ditetapkan Tersangka, Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim: Bebaskan Saja

Redaksi: 02

Reporter: Samuel

Samarinda,Lensaborneo.Id — Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur Syafruddin menanggapi penetapan tersangka 2 orang Mahasiswa pada aksi yang dilakukan Kamis lalu (7/11/2020).

Udin panggilan akrabnya, mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak aparat seharusnya bisa memberikan keringanan kepada mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Namanya aksi demonstrasi kan aksi massa, massa itu tidak terpantau semua gerakannya,” ucap Udin saat diwawancarai Senin (9/11/2020).

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Provinsi Kaltim, Syafruddin

 

Politikus PKB tersebut mengatakan bahwa jika urgensi penetapan tersangka tidak terlalu besar atau memakan korban jiwa. Maka sebaiknya kepolisian tidak perlu menetapkan 2 orang tersebut sebagai tersangka. Ia meminta pimpinan Polresta Samarinda mentoleransikan hal tersebut

“Bebaskan saja, jangan berlebihan menyikapi aksi demonstrasi” ucapnya.

Namun, Ia juga menyampaikan bahwa hal ini seharusnya bisa menjadi pembelajaran kepada massa aksi yang hendak berdemonstrasi kembali.

Mantan Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Samarinda tersebut mengatakan bahwa mahasiswa harusnya bisa lebih mengutamakan isu tuntutan mereka dibanding mementingkan menduduki gedung DPRD.

“Itu yang lebih dominan daripada subtansi yang ditujukan, itu yang berbeda hari ini,” sambung Udin.

Tetapi ia memaklumi hal tersebut sebagai bagian pembelajaran di jalan perjuangan. Oleh sebab itu, Udin mengatakan bahwa ia akan segera menginisiasi DPRD untuk meminta pihak Polresta Samarinda untuk mentoleransikan hal tersebut dan menyelesaikannya secara kekeluargaan.

“Saya nanti akan bertanggung jawab untuk melakukan pengarahan dan pembinaan kepada adek-adek Mahasiswa,” pungkas Udin.

Sebelumnya, Kepolisian Kota Samarinda telah menetapkan 2 orang mahasiswa berinisial FR dan WJ sebagai tersangka karena sudah mengantongi bukti terkait.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman mengatakan bahwa dari rekaman yang didapatkan, beberapa orang yang diamankan itu memang sengaja anarkis dan merusak fasilitas. Mulai melempar batu hingga membawa senjata tajam.

Mahasiswa berinsial FR disebut membawa Senjata Tajam (Sajam) sepanjang 25 Cm yang ditaruh di pinggang sebelah kiri yang ketika diamankan justru terjatuh.

Sedangkan untuk WJ. Kepolisian menyebut ada bukti foto dan video WJ melempar sesuatu yang kemudian mengenai salah satu aparat lain ketika tengah mengamankan aksi.

2 orang ini sebut Kombes Pol Arif Budiman, akan diproses secara hukum dan telah memenuhi unsur untuk ditahan.

“Masih ada kemungkinan adanya penambahan tersangka. Artinya, kalau melanggar hukum kami tindak tegas. Sebagian yang kami amankan ada di aksi sebelumnya,”  ucap Kombes Pol Arif Budiman pada Press Release aksi unjuk rasa yang dilaksanakan pada Kamis kemarin (5/11/2020).

Kapolresta Kota Samarinda Komisaris Besar Polisi Arif Budiman dalam Press Release yang dilakukan pada Jumat pagi (6/11/2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *